Perusahaan Yang Memakai prisip Etika Utilitarianisme:
Pengertian dan Uraian :
Utilitarianisme
adalah paham dalam filsafat moral yang menekankan manfaat atau kegunaan dalam
menilai suatu tindakan sebagai prinsip moral yang paling dasar, untuk
menentukan bahwa suatu perilaku baik jika bisa memberikan manfaat kepada
sebagian besar konsumen atau masyarakat. dalam konsep ini dikenal juga
“Deontologi” yang berasal dari kata Yunani “deon” yang berarti kewajiban.
Deontologi adalah teori etika yang menyatakan bahwa yang menjadi dasar
baik buruknya suatu perbuatan adalah kewajiban seseorang untuk berbuat baik
kepada sesama manusia, sebagaimana keinginan diri sendiri selalu berlaku baik
pada diri sendiri.
Utilitarianisme pertama kali dikembangkan
oleh Jeremy bentham ( 1748 – 1842 )
Persoalan yang dihadapi bentham dan orang orang sezamannya adalah bagaimana
menilai baik buruknya suatu kebijaksanaan social politik, ekonomi dan legal
secara moral. Singkatnya bagaimana menilai sebuah kebijaksanaan public, yaitu
kebijaksanaan yang mempunyai dampak bagi kepentingan banyak orang secara moral.
Apa criteria dan dasar objektif yang dapat dijadikan pegangan untuk menilai
baik buruknya suatu kebijaksanaan public.
Secara lebih konkret, dalam
kerangka etika utilitarianisme kita dapat merumuskan tiga criteria objektif
yang dapat dasar objektif sekaligus norma untuk menilai suatu kebijaksanaan dan
tindakan. Criteria pertama adalah manfaat, yaitu bahwa kebijaksanaan atau
tindakan itu mendatangkan manfaat atau kegunaan tertentu. Jadi kebiasaan atau
tindakan yang baik adalah yang menghasilkan hal baik. Sebaliknya kebijaksanaan
atau tindakan yang tidak baik adalah yang mendatangkan kerugian tertentu.
Criteria kedua adalah
manfaat terbesar yaitu bahwa kebijaksanaan atau tindakan itu mendatangkan
manfaat terbesar dibandingkan dengan tindakan yang lainnya.
Criteria ketiga menyangkut
pertanyaan mengenai manfaat terbesar untuk siapa. Untuk saya atau kelompokku,
atau juga untuk semua orang yang terkait, terpengaruh dan terkena kebijaksanaan
atau tindakan yang akan saya ambil. Dengan demikian, criteria yang sekaligus
menjadi pegangan objektif etika utilitarianisme adalah : manfaat terbesar bagi
sebanyak orang mungkin.
Menurut paham Utilitarianisme bisnis adalah etis,
apabila kegiatan yang dilakukannya dapat memberikan manfaat yang
sebesar-besarnya pada konsumen dan masyarakat. jadi kebijaksanaan atau tindakan
bisnis yang baik adalah kebijakan yang menghasilkan berbagai hal yang baik,
bukan sebaliknya malah memberikan kerugian.
Nilai positif Utilitarianisme terletak pada sisi
rasionalnya dan universalnya. Rasionalnya adalah kepentingan orang banyak
lebih berharga daripada kepentingan individual. secara universal semua pebisnis
dunia saat ini berlomba-lomba mensejahterakan masyarakat dunia, selain membuat
diri mereka menjadi sejahtera. berbisnis untuk kepentingan individu dan di saat
yang bersamaan mensejahterakan masyarakat luas adalah pekerjaan profesional
sangat mulia. dalam teori sumber daya alam dikenal istilah Backwash Effect,
yaitu di mana pemanfaatan sumber daya alam yang terus menerus akan semakin
merusaka kualitas sumber daya alam itu sendiri, sehingga diperlukan adanya
upaya pelastarian alam supaya sumber daya alam yang terkuras tidak habis
ditelan jaman.
Di dalam analisa pengeluaran dan keuntungan perusahaan
memusatkan bisnisnya untuk memperoleh keuntungan daripada kerugian. proses
bisnis diupayakan untuk selalu memperoleh profit daripada
kerugian. Keuntungan dan kerugian tidak hanya mengenai finansial, tapi juga
aspek-aspek moral seperti halnya mempertimbangkan hak dan kepentingan konsumen
dalam bisnis. dalam dunia bisnis dikenal corporate social responsibility, atau
tanggung jawab sosial perusahaan. suatu pemikiran ini sejalan dengan konsep
Utilitarianisme, karena setiap perusahaan mempunyai tanggaung jawab dalam
mengembangkan dan menaikan taraf hidup masyarakat secara umum, karena
bagaimanapun juga setiap perusahaan yang berjalan pasti menggunakan banyak
sumber daya manusia dan alam, dan menghabiskan daya guna sumber daya tersebut.
Kesulitan dalam penerapan Utilitarianisme yang
mengutamakan kepentingan masyarakat luas merupakan sebuah konsep bernilai
tinggi, sehingga dalam praktek bisnis sesungguhnya dapat menimbulkan kesulitan
bagi pelaku bisnis. misalnya dalam segi finansial perusahaan dalam menerapkan
konsep Utilitarianisme tidak terlalu banyak mendapat segi manfaat dalam segi
keuangan, manfaat paling besar adalah di dalam kelancaran menjalankan bisnis,
karena sudah mendapat ‘izin’ dari masyrakat sekitar, dan mendapat citra positif
di masyarakat umum. namun dari segi finansial, Utilitarianisme membantu (bukan
menambah) peningkatan pendapat perusahaan.
Nilai positif etika utilitarianisme
• Pertama, Rasionalitas :
Utilitarianisme tidak menerima saja norma
moral yang ada. Ia mempertanyakan dan ini mengandaikan peran rasio.
Utilitarianisme ini bersifat rasional karena ia mempertanyakan suatu tindkan
apakah berguna atau tidak. Dalam kasus seks pra nikah tadi, utilitarianisme
mempertanyakan sebab-sebab seks pra nikah dilarang.
•Kedua, utilitarianisme sangat menghargai kebebasan setiap pelaku moral
• Ketiga, Universalitas :
semboyan yang terkenal dari
utilitarianisme adalah sesuatu itu dianggap baik kalau dia memberi kegunaan
yang besar bagi banyak orang. Hal ini sering dipakai dalam politik dan negara.
Sampai sekarang nilai etika
utilitarianisme mempunyai daya tarik sendiri, yang bahkan melebihi daya tarik
deontologist. Yang paling mencolok etika utilitarianisme tidak memaksakan
sesuatu yang asing pada kita. Etika ini justru mensistemasikan dan
memformulasikan secara jelas apa yang menurut para penganutnya dilakukan oleh
kita dalam kehidupan sehari hari. Bahwa sesungguhnya dalam kehidupan kita,
dimana kita selalu dihadapkan pada berbagai alternative dan dilemma moral, kita
hamper selalu menggunakan pertimbangan – pertimbangan tersebut di atas.
Utilitarianisme sebagai proses dan
sebagai standar penilaian
• Pertama, etika utilitarianisme digunakan sebagai proses untuk mengambil
keputusan, kebijaksanaan atau untuk bertindak
• Kedua, etika utilitarianisme sebagai standar penilaian bagi tindakan atau
kebijaksanaan yang telah dilakukan.
Analisis keuntungan dan kerugian
• Dalam etika utilitarianisme, manfaat dan kerugian selalu dikaitkan dengan
semua orang yang terkait, sehingga analisis keuntungan dan kerugian tidak lagi
semata mata tertuju langsung pada keuntungan perusahaan.
Analisis keuntungan dan kerugian dalam kerangka etika bisnis
• Pertama, keuntungan dan kerugian, cost dan benefit yang dianalisis tidak
dipusatkan pada keuntungan dan kerugian perusahaan
• Kedua, analisis keuntungan dan kerugian tidak ditempatkan dalam kerangka
uang.
• Ketiga, analisis keuntungan dan kerugian untuk jangka panjang.
Langkah konkret yang perlu diambil dalam membuat kebijaksanaan bisnis,
berkaitan dengan analisis keuntungan dan kerugian.
• Mengumpulkan dan mempertimbangkan alternative kebijaksanaan dan kegiatan
bisnis sebanyak banyaknya.
• Seluruh alternative pilihan dalam analisis keuntungan dan kerugian, dinilai berdasarkan
keuntungan yang menyangkut aspek aspek moral.
• Analisis neraca keuntungan dan kerugian perlu dipertimbangkan dalam kerangka
jangka panjang.
Dua macam teori utilitarianisme
1. Utilitarianisme Tindakan.
Suatu tindakan itu dianggap baik kalau tindakan itu membawa akibat yang
menguntungkan.
2. Utilitarianisme Peraturan.
Teori ini merupakan perbaikan dari utilitarianisme tindakan. Sesuatu itu
dipandang baik kalau ia berguna dan tidak melanggar peraturan yang ada.
Kelemahan Etika Utilitarianisme
• Pertama, manfaat merupakan konsep yg begitu luas shg dalam kenyataan praktis
akan menimbulkan kesulitan yg tidak sedikit.
• Kedua, etika utilitarisme tidak pernah menganggap serius nilai suatu tindakan
pd dirinya sendiri dan hanya memperhatikan nilai suatu tindakan sejauh
berkaitan dg akibatnya.
• Ketiga, etika utilitarisme tidak pernah menganggap serius kemauan baik
seseorang
• Keempat, variabel yg dinilai tidak semuanya dpt dikualifikasi.
• Kelima, seandainya ketiga kriteria dari etika utilitarisme saling
bertentangan, maka akan ada kesulitan dlam menentukan proiritas di antara
ketiganya
• Keenam, etika utilitarisme membenarkan hak kelompok minoritas tertentu
dikorbankan demi kepentingan mayoritas
Tanggapan Kritis
1. Kesulitan Menentukan Nilai Suatu Akibat.
Mengikuti etika normatif utilitarianisme kita tentu tidak mudah menetukan mana
akibat lebih baik (lebih berguna) dari beberapa tindakan. Dalam kehidupan kita
kita seringkali berhadapan dengan berbagai pilihan. Contoh, pergi ke sekolah,
mengunjungi anggota keluarga yang sakit, makan mie pangsit. Kita sulit
menetukan mana lebih baik pergi ke sekolah atau mengunjungi keluarga yang
sakit. Makan mie pangsit tentu membuat kita merasa kenyang apalagi bagi orang
yang suka mie pangsit, tindakan makan mie pangsit tentu sangat berguna karena
memberi kepuasan. Pergi ke sekolah akan membuat kita bisa pintar. Sekarang
bagaimana mentukan akibat yang lebih baik dari tindakan tersebut? Inilah
kelemahan pertama etika normatif utilitarianisme ini.
2. Bertentangan dengan Prinsip Keadilan
Kelemahan kedua dari teori utilitarianisme ini adalah teori ini bertentangan
dengan prinsip keadilan. Sebagai contoh, karena pembangunan jalan tol,
pemerintah dengan mudah mengusir keluarga Sukribo. Alasan yang diberikan adalah
membangun jalan tol lebih berguna daripada membiarkan rumah Pak Sukribo tidak
dibongkar. Alasan ini tampaknya masuk akal. Akan tetapi alasan ini bertentangan
dengan keadilan. Adalah tidak boleh mengorbankan manusia demi kepentingan
manusia lain. Dengan prinsip utilitarianisme pemerintah gampang saja mengadakan
penggusuran dengan alasan demi kepentingan umum. Di sini kemanusiaan orang yang
digusur dikorbankan. Hal inilah yang bertentangan dengan prinsip keadilan yakni
mengorbankan manusia.
Contoh Perusahaan yang Telah Menerapkan
Utilitarianisme / CSR (PT. Indosat Tbk)
Sebagai bentuk
komitmen Indosat dalam meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat, Indosat
telah melaksanakan berbagai progam yang diharapkan dapat meningkatkan kehidupan
masyarakat Indonesia untuk menjadi lebih baik.
Corporate
Social Responsibility yang Indosat lakukan tidak terbatas hanya pada
pengembangan dan peningkatan kualitas masyarakat pada umumnya, namun juga
menyangkut tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).
Kepedulian terhadap pelanggan, pengembangan Sumber Daya Manusia, mengembangkan
Green Environment serta memberikan dukungan dalam pengembangan komunitas dan
lingkungan sosial. Setiap fungsi yang ada, saling melengkapi demi tercapainya
CSR yang mampu memenuhi tujuan Indosat dalam menerapkan ISO 26000 di
perusahaan.
Penerapan CSR Indosat mencakup 5 inisiatif, yang dilakukan secara
berkesinambungan yaitu:
- Organizational
Governance : Penerapan tata kelola Perusahaan terbaik
termasuk mematuhi regulasi dan ketentuan yang berlaku, berlandaskan 5
prinsip: transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, interpendensi,
dan kesetaraan.
- Consumer Issues : Menyediakan dan mengembangkan produk dan jasa
telekomunikasi yang memberikan manfaat luas bagi pemakainya, layanan yang
transparan dan terpercaya.
- Labor Practices : Mengembangkan hubungan yang saling
menguntungkan antara Perusahaan dan karyawan serta pengembangan sistem,
organisasi dan fasilitas pendukung sehingga memberikan manfaat yang
sebesar-besarnya bagi Perusahaan.
- Environment : Mengembangkan budaya peduli lingkungan
termasuk upaya-upaya nyata untuk mengurangi penggunaan emisi karbon dalam
kegiatan perusahaan.
- Community Involvement : Ikut mengembangkan kualitas hidup komunitas
dalam hal kualitas pendidikan sekolah dan olahraga, kualitas kesehatan,
serta ikut serta dalam mendukung kegiatan sosial komunitas termasuk
bantuan saat bencana/musibah.
CSR Goal
Indosat
Bertumbuh,
mematuhi ketentuan dan regulasi yang berlaku serta Peduli kepada masyarakat.
Program CSR di tahun 2008 memiliki tema khusus “Indosat Cinta Indonesia”, yang
kemudian pada tahun 2009, tema CSR Indosat berkembang menjadi “Satukan Cinta
Negeri” sebagai bentuk refleksi komitmen dan tanggungjawab Indosat sebagai
perusahaan di Indonesia yang Peduli atas kesejahteraan masyarakat dan
lingkungan, serta upayanya untuk senantiasa berkarya, memberikan manfaat, serta
mengajak peran serta seluruh stakeholder untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang
lebih baik, yang merupakan terjemahan dari keinginan
masyarakat pada umumnya untuk terlibat secara aktif dalam berbagai program
sosial Indosat.
SUMBER :